obat gagal ginjal

Kandungan Madu Klanceng dari Lebah Trigona sp.

Kandungan madu klanceng? Ialah Madu klanceng merupakan madu khusus yang dihasilkan oleh lebah tak bersengat yaitu Trigona sp.. Lebah Klanceng ini menggunakan gigitan sebagai cara bertahan dari ancaman yang menggantikan peran dari sengat yang mereduksi.

Hewan Lebah klanceng termasuk dalam kingdom Animalia, filum Arthropoda, classis Insecta, ordo Hymenoptera, famili Apidae, genus Trigona, dan spesies Trigona sp. (Syafrizal dkk., 2012). Lain dengan lebah madu, lebah klanceng membuat sarang menyerupai pot atau kendi bulat secara horizontal (Garedew dkk., 2003).

Apasih Kandungan Madu Klanceng

Kandungan Madu klanceng memiliki karakteristik seperti lebih encer dan berwarna coklat amber. Untuk Rasa dari madu klanceng cenderung lebih asam karena memiliki pH 3,05-4,55. Kadar air dari madu klanceng lebih banyak yaitu berkisar 30-35 %. Sifat fisikokimia dari madu klanceng dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Kandungan Madu Klanceng

Tabel 1. Sifat Fisikokimia dari Madu Klanceng (Souza dkk., 2006)

kandungan madu klanceng

Madu dari lebah tidak bersengat ini mengandung senyawa seperti protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan cerumen yang berfungsi sebagai antioksidan. PCA yang merupakan antioksidan kuat dapat meningkatkan proliferasi sel dalam penyembuhan luka (Kakkar dan Bais, 2014). Madu klanceng memiliki hidrogen peroksida, flavonoid, senyawa fenolik, dan peptida antibakterial yang berperan sebagai antibakteri (Jalil dkk., 2017).

Kandungan Madu Klanceng ini juga memiliki efek bakteriostatik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti E. coli, B. subtilis, P. syringae, M. luteus, B. megaterium, dan B. brevis (Garedew dkk., 2003).

Hidrogen peroksida meningkatkan produksi sitokin sebagai respon untuk membunuh bakteri. Hidrogen peroksida dapat menarik leukosit ke daerah luka melalui mekanisme gradien konsentrasi. Madu juga dapat menstimulasi limfosit B, limfosit T, dan neutrofil untuk melawan bakteri (Ball, 2007).

Flavonoid memiliki mekanisme antibakteri seperti menghambat sintesis asam nukleat, fungsi membran sitoplasmik, dan metabolisme energi sehingga bakteri tidak dapat berkembang (Cushnie dan Lamb, 2005). Senyawa fenolik dapat merusak struktur membran bakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri (Mace dkk., 2017). Peptida antibakterial dapat menempel dan membuka dinding/membran sel bakteri sehingga bakteri lisis atau mati (Bechinger dan Gorr, 2017).

Sifat atau efek antiinflamasi pada madu diberikan atau disumbangkan oleh senyawa fenolik. Senyawa fenolik dapat menghambat produksi berlebih dari mediator inflamasi seperti nitrat oksida (NO), tumor necrosis factor (TNF), dan prostaglandin E2 (PGE2). Senyawa fenolik juga dapat menjadi penangkal radikal bebas sehingga dapat melindungi sel dari sitotoksik yang diinduksi mediator inflamasi (Aljadi dan Kamaruddin, 2004; Alvarez-Suarez dkk., 2010).

Madu Klanceng juga dapat mengurangi oedema yang terjadi saat inflamasi dan menurunkan tekanan hidrostatik mikrovaskuler jaringan luka sehingga tidak membatasi akses oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka (Jalil dkk., 2017). Agen antiinflamasi memiliki korelasi yang mirip dengan antioksidan dalam hal menangani reactive oxygen species (ROS). Madu lebah klanceng memiliki senyawa fenolik dan antioksidan sehingga dapat memperkuat kemampuannya dalam melawan proses inflamasi (Molan, 2011).

Pingin Beli Madu Klanceng? Klik DI SINI

Pustaka Kandungan Madu Klanceng :

KARAKTERISTIK DAN EFEKTIVITAS SALEP MADU KLANCENG DARI LEBAH Trigona sp. SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN PENYEMBUH LUKA SAYAT

Cahyadi, Martin Aristo (2018) KARAKTERISTIK DAN EFEKTIVITAS SALEP MADU KLANCENG DARI LEBAH Trigona sp. SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN PENYEMBUH LUKA SAYAT. S1 thesis, UAJY.